Jumat, 20 Juni 2014

Sensasi


A.    Pengertian Sensasi

          Sensasi berasal dari kata “sense” yang artinya alat pengindraan, yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Sensasi pada dasarnya merupakan tahap awal dalam penerimaan informasi. Sensasi, atau dalam bahasa inggrisnya sensation, berasal dari kata latin, sensatus, yang artinya dianugerahi dengan indra, atau intelek. Secara lebih luas, sensasi dapat diartikan sebagai aspek kesadaran yang paling sederhana yang dihasilkan oleh indra kita, seperti temperatur tinggi, warna hijau, rasa nikmatnya sebatang coklat. Sebuah sensasi dipandang sebagai kandungan atau objek kesadaran puncak yang privat dan spontan.

Sensasi meliputi fungsi visual, audio, penciuman dan pengecapan, serta perabaan, keseimbangan dan kendali gerak. Kesemuanya inilah yang sering disebut indera. Jadi dapat dikatakan bahwa sensasi adalah proses manusia dalam menerima informasi sensoris ( energi fisik dari lingkungan ) melalui penginderaan dan menerjemahkan informasi tersebut menjadi sinyal-sinyal “neural” yang bermakna. Misalnya, ketika seseorang melihat (menggunakan indera visual, yaitu mata) sebuah benda berwarna merah, maka ada gelombang cahaya dari benda itu yang ditangkap oleh organ mata, lalu diproses dan ditransformasikan menjadi sinyal-sinyal di otak, yang kemudian diinterpretasikan sebagai  warna merah”.
Dalam proses penerimaan informasi, alat indera merupakan faktor yang menentukan, karena setiap stimuli yang datang dari luar diri kita ditangkap melalui alat indera. Proses menangkap stimuli melalui alat indera ini disebut proses sensasi.

Dalam ungkapan lain sensasi ialah penerimaan stimulus lewat alat indra, sedangkan persepsi adalah menafsirkan stimulus yang telah ada di dalam otak” (Mahmud, 1990:14). Meskipun alat untuk menerima stimulus serupa pada setiap individu, interpretasinya berbeda. Kita mengenal lima alat indera atau pancaindera. Kita mengelompokannya pada tiga macam indera penerima, sesuai dengan sumber informasi. Sumber informasi boleh berasal dari dunia luar (eksternal) atau dari dalam diri (internal). Informasi dari luar diindera oleh eksteroseptor (misalnya, telinga atau mata). Informasi dari dalam diinderai oleh ineroseptor (misalnya, system peredaran darah). Gerakan tubuh kita sendiri diinderai oleh propriseptor (misalnya, organ vestibular).

Jadi, sensasi merupakan penerimaan stimulus (rangsangan) melalui indera, dan sensasi lebih cenderung hubungannya dengan perasaan. Dan alat penginderaan itulah yang menghubungkan organisme dengan lingkungannya. Sensasi itu sebagai proses atau pengalaman elementer yang timbul apabila satu perangsang merangsang satu reseptor atau proses merasakan.

                                      



Pengertian Sensasi menurut para ahli. dan kamus psikologi

·         Menurut Benyamin B. Wolman (1973, dalam Rakmat, 1994)
sensasi sebagai pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal, simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indra.

·         Menurut Dennis Coon,
Sensasi adalah pengalaman elementer yang segera, yang tidak memerlukan penguraian verbal. Simbolis, atau konseptual, dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indera.

·         Menurut  Kamus psikologi A.R Henry Sitanggang
Sensasi yaitu unsur atau aspek tertinggi yang tidak dapat lagi direduksi dari persepsi inderawi, yang tergantung pada stimulus yang mempengaruhi reseptor inderawi, merupakan abstraksi tetapi pada umumnya dibicarakan pada psikologi/ psikopsikis. Sepertinya ia adalah pengalaman yang elementer, proses memakna atau kesadaran akan kualitas inderawi yang dirangsang oleh stimulasi pada reseptor.

·         Menurut Kamus Psikologi Dr. Kartini Kartono dan Dali Gulo
Sensasi adalah keadaan yang dialami apabila suatu alat penginderaan dirangsang, sesuatu yang dirasakan dari rangsangan bagian-bagian dari sistem saraf.



B.     Konsep Dasar Sensasi

1.      Stimulus
Stimulus atau rangsangan adalah suatu kondisi memunculkan atau mempercepat respon sesuatu yang dihasilkan oleh indra.Apa saja yang menyentuh alat indera dari dalam atau dari luar disebut stimuli.
Contoh:  Ketika kita mencium bau makanan melalui indra penciuman, maka akan muncul respon berupa rasa lapar.

2.      Transduksi
      Ketika sel reseptor mencatat adanya rangsangan, energi tersebut diubah dari satu bentuk ke bentuk lain menjadi impuls kimia listrik menghasilkan potensial aksi yang mengalirkan informasi mengenai rangsangan melalui sistem saraf ke otak.
                                            
3.      Ambang
      Batas minimal rangsang agar pengalaman sensoris bisa terjadi.
·         Ambang mutlak (absolute treshold)
·         Ambang pembeda (difference treshold)



a)      Ambang Mutlak (absolute treshold)
     Ambang mutlak adalah tingkat terdeteksi terkecil dari stimulus. Ambang mutlak adalah paling sedikit dari apa yang dapat kita deteksi dan respon. Batas minimum absolut adalah ukuran dari frekuensi terendah yang masih mendeteksi sensor tertentu.
Contoh: Ketika kita mendengar seseorang yang jauh dari kita, maka batas pendengaran kita akan semakin rendah sehingga, kita harus semakin dekat dengan orang tersebut agar dapat mendengar dengan jelas.
b)     Ambang Pembeda (difference treshold)

      Ambang batas pembeda adalah perbedaan terkecil dari dua buah stimuli agarkedua stimuli tersebut dapat dirasakan berbeda dan kepekaan sensoris dalam membandingkan dua stimulus yang hampir serupa, apakah sama atau berbeda. Batas ini meningkat seiring dengan besarnya rangsangan.
Contoh:  Ketika kita memakan sesuatu dan makanan tersebut ditambah dengan garam sebanyak  1 sendok lalu memakannya lagi. Setelah itu ditambah dengan 1 sendok garam lagi dan memakannya. Kemudian setelah kita dapat mendeteksi perubahan dalam rasa, yakni adanya perubahan antara makanan pertama yang saya berikan kemudian saya tambahkan lagi dengan garam itu merupakan ambang perbedaan.



C.    Jenis-jenis Sensasi

1.      Indera penglihatan (mata)
Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Dalam proses penglihatan, kita  membutuhkan cahaya untuk menerjemahkan hasil penglihatan.
Apa itu cahaya ?
Cahaya adalah energi berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata. Cahaya dapat di lihat melalui mata.

Bagaimana mata dapat bekerja?
Mata kita ini bisa melihat sebuah benda jika ada cahaya yang dipantulkan oleh benda itu. Pantulan cahaya dari benda itu akan diterima oleh kornea. Lalu, diteruskan ke lensa mata kita melalui pupil.
Pada mata yang normal, lensa mata kita akan memfokuskan bayangan benda supaya jatuh tepat pada bintik kuning. Kemudian, sel-sel reseptor akan meneruskan rangsangan cahaya tadi ke pusat syaraf penglihatan kita di otak.

250px-Mata

Beberapa bagian dan kelainan pada mata yang mempengaruhi proses terjadinya sensasi

·         Kornea
Merupakan bagian terluar dari bola mata kita yang tugasnya menerima cahaya dari sumber cahaya. Korena mata itu terletak di bagian paling depan. Tidak berwarna atau bening. Padahal seolah-olah, warna yang kita lihat adalah hitam, cokelat, biru, dan sebagainya. Itu sebenarnya, bukan warna kornea, tapi itu adalah warna iris yang letaknya ada di belakang kornea yang tembus karena kebeningan kornea mata kita.

·         Pupil
Disebut juga anak mata. Ia adalah pembukaan di tengah mata. Kalau cahaya masuk ke mata kita, pasti melalui pupil. Lalu cahaya itu diteruskan melalui lensa yang memusatkan bayangan ke retina. Asal kamu tahu saja, ukuran pupil itu dikendalikan oleh otot. Kalau mata kita sedikit menangkap cahaya, maka pupil akan membesar. Kalau cahayanya semakin terang, pupil akan mengecil.

·         Retina
Adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya bagian retina yang disebut bintik kuning.

·         Buta Warna
Buta Warna adalah suatu kelainan yang disebabkan ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu akibat faktor genetis. Buta warna juga sering disebut gangguan persepsi warna. Penderita buta warna kesulitan membedakan nuansa warna atau buta terhadap warna tertentu.


Apa penyebab buta warna?
Retina mata memiliki hampir tujuh juta sel fotoreseptor yang terdiri dari dua jenis sel– sel batang dan sel kerucut– yang terkonsentrasi di bagian tengahnya yang disebut makula. Sel batang sangat sensitif terhadap cahaya, dan dapat menangkap cahaya yang lemah seperti cahaya dari bintang di malam hari, tetapi sel itu tidak dapat membedakan warna. Berkat sel batang kita dapat melihat hal-hal di sekitar kita di malam hari, tetapi hanya dalam nuansa hitam, abu-abu, dan putih. Sel kerucut dapat melihat detail obyek lebih rinci dan membedakan warna tetapi hanya bereaksi terhadap cahaya terang. Kedua jenis sel tersebut berfungsi saling melengkapi sehingga kita bisa memiliki penglihatan yang tajam, rinci, dan beraneka warna. Buta warna juga dapat terjadi karena adanya kelainan genetik.
Untuk  mengetahui apakah seseorang mengidap buta warna adalah dengan melakukan tes buta warna.
krntom_111200774021PM_test_buta_warna
Buta warna sendiri dapat diklasifikasikan menjadi 3 jenis yaitu trikromasi, dikromasi dan monokromasi. Buta warna jenis trikomasi adalah perubahan sensitifitas warna dari satu jenis ataulebih sel kerucut.
Ada tiga macam trikomasi yaitu:
·         Protanomaliyang merupakan kelemahan warna merah,
·         Deuteromaliyaitu kelemahan warna hijau,
·         Tritanomali (low blue)yaitu kelemahan warna biru.

Dikromasimerupakan tidak adanya satu dari 3 jenis sel kerucut, tediri dari:
·         Protanopia yaitu tidak adanya sel kerucut warna merah sehingga kecerahan warna merahdan perpaduannya berkurang,
·         Deuteranopia yaitu tidak adanya sel kerujut yang peka terhadap hijau, dan
·         Tritanopia untuk warna biru.

Sedangkan monokromasi ditandai dengan hilangnya atau berkurangnya semua penglihatan warna, sehingga yang terlihat hanya putih dan hitam pada jenis typical dan sedikt warna pada jenis atypical. Jenis buta warna ini prevalensinya sangat jarang.



2.       Indera pendengaran (telinga)
Telinga merupakan indera pendengar dan alat keseimbangan. Telinga terdiri dari tiga bagian yaitu telinga luar, telinga tengah dan rongga telingga dalam. Telinga berfungsi untuk mendengar suara-suara yang ada disekitar kita.

Apa itu suara?
Suara adalah gelombang mekanis yang merupakan osilasi tekanan ditularkan melalui, gas padat cair, atau, terdiri dari frekuensi dalam kisaran pendengaran dan dari tingkat cukup kuat untuk didengarkan.

Bagaimana proses mendengarkan suara?


031a

Proses mendengar dimulai dengan adanya gelombang bunyi yang masuk melalui liang telinga, dan seterusnya menggetarkan membrane timpani. Getaran ini akan diteruskan  kedalam telinga tengah melalui tulang – tulang pendengaran. Selanjutnya getaran diteruskan kedalam telinga dalam melalui selaput jendela oval dan menggetarkan cairan perilimfe yang terdapat didalam skala vesstibuli.




Sebagai Organ Keseimbangan (Indera Kenestesi)
Selain bagian pendengaran, pada bagian telinga juga terdapat reseptor perangsang keseimbangan atau equilibrium. Indra keseimbangan ini terdapat didalam Canalis semicircularis. Di dalam ductus itu terdapat endolymphe. Pada tiap-tiap pangkal canalis semicurlaris itu membesar dan merupakan sebuah pentolan yang disebut ampula membranaceus. Di dalam ampula membranaceus inilah terdapat indera keseimbangan yang terdiri dari serangkaian sel-sel berambut. Indera keseimbangan ini mengatur keseimbangan kita ke muka dan ke belakang, ke kiri dan ke kanan.




3.      Indera Pengecap
Lidah merupakan reseptor yang banyak memiliki stuktur tunas pengecap. Lidah mempunyai reseptor khusus yang berhubungan rangsangan kimia. Lidah merupakan organ yang tersusun dari otot. Lidah dapat merasakan berbagai macam rasa diantaranya ,yaitu rasa manis , asin, asam dan pahit



http://www.asiancancer.com/uploads/allimg/120918/7-2012091Q53T6114.jpg

        
Struktur lidah
Lidah adalah kumpulan otot rangkapada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan cara membolak balik makanan didalam mulut. Lidah dikenal sebagai indera pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap.Lidah juga turut membantu dalam tindakan berbicara.


4.      Indera Penciuman
Alat penginderaannya yaitu hidung, dengan alat penciuman itu kita dapat membedakan mana yang wangi dan mana yang bau. Misalnya ketika seseorang memakai parfum maka akan tercium wanginya, tapi ketika mobil sampah lewat maka akan tercium bau yang tidak sedap seperti bau busuk.
Bau sering menjadi respon pertama kita terhadap rangsangan.Contoh kecil, kita tidak akan makan makanan yang kita cium bearoma busuk. Penciuman bekerja seperti pengecap,yakni rasa kimia akan dideteksi oleh sel-sel sensorik yang disebut kemoreseptor. 
Otak akan menerima ransangan bau berupa impuls listrik apabila kemoreseptor pada hidung mendeteksi bau. Otak kemudian menafsirkan pola-pola aktivitas listrik sebagai bau spesifik dan sensasi penciuman menjadi persepsi ( sesuatu dimana kita dapat mengenali sebagai aroma).



http://yayangnopandi.files.wordpress.com/2011/01/olfaction-bmp.jpg


Mendeteksi Aroma
Aroma dimulai ketika molekul-molekul udara menstimulasi reseptor penciuman sel.Jika suatu zat mudah menguap, maka zat tersebut akan mengeluarkan molekul, atau aroma. Bahan nonvolatile seperti baja tidak memiliki bau. Suhu dan kelembaban mempengaruhi bau karena mereka meningkatkan volatilitas molekul. Inilah sebabnya mengapa sampah beraroma bau lebih kuat dalam api dan mobil beraroma bau apek setelah hujan.
Sebuah kelarutan substansi juga mempengaruhi aroma. Bahan kimia yang larut dalam air atau lemak biasanya beraroma lebih intens. Bila udara yang bau masuk  melalui lubang hidung, molekul udara tersebut akan merangsang epitel penciuman (pusat sensasi penciuman).Epitel hanya menempati sekitar satu inci persegi dari bagian superior dari rongga hidung. Lendir yang disekresikan oleh kelenjar penciuman selubung permukaan epitel dan membantu melarutkan aroma.
Sel-sel reseptor penciuman adalah neuron dengan ujung yang berbentuk seperti tombol disebut dendrit. Rambut penciuman mengikat aroma yang menutupi dendrit. Ketika bau merangsang sel reseptor, sel tersebut akan mengirimkan impuls listrik ke Olfactory bulb             melalui akson di dasarnya.
Sel pendukung menyediakan struktur pada epitel penciuman dan membantu melindungi sel-sel reseptor. Mereka juga menjaga reseptor dan mendetoksifikasi bahan kimia pada permukaan epitel itu.
Sistem sel basal membuat reseptor penciuman yang baru melalui pembelahan sel. Sel reseptor akan beregenerasi setiap bulan ( yang mengejutkan karena neuron dewasa biasanya tidak diganti).Sementara sel-sel reseptor menanggapi rangsangan penciuman dan mengakibatkan persepsi bau, serat saraf trigeminal di epitel penciuman merespon rasa sakit.                           

Ketika Anda mencium sesuatu yang berbau tajam seperti amonia,sel-sel reseptor akan mengambil aroma tersebut sementara trigeminus serat saraf untuk           bersengatan tajam  yang kadang menimbulkan sedikit sensasi rasa sakit di kepala dan mengisyaratkan Anda segera mundur.



Keterangan:

·         Limbic system of the brain : ( Sistem Limbik atau otak Paleomammalian) adalah satu set struktur otak, yang tampaknya mendukung berbagai fungsi termasuk emosi, perilaku, memori jangka panjang, dan penciuman.
·         Olfactory bulb : salah satu dari duapembesarandiujungdari sarafpenciumandi dasarotaktepat di atasrongga hidung
·         Nasal cavity : rongga hidung disebut juga dengan kavum nasi. Rongga hidung dibagi menjadi 2 bagian, kanan dan kiri di garis median oleh spetum nasi yang sekaligus menjadi dinding medial dari rongga hidung. Rongga hidung langsung berhubungan dengan udara yang tidak bersih. Oleh karena itu, rongga hidung dilengkapi dengan cilia/bulu - bulu halus hidung yang berfungsi untuk menyaring kotoran supaya tidak ikut mengalir ke paru - paru. Alveolus mempunyai struktur seperti sarang lebah. Di alveolus inilah terjadi pertukaran gas antara udara dan darah
·         Aromatic substances : senyawa aromatik yang dapat menghasilkan bau atau aroma yang dapat di cium oleh hidung.
·         Olfactory neurons :sel penciuman yang khusus untuk menyimpan dan mengirimkan informasi.


5.      Indera Perabaan
Sensasi perabaan ini, bisa berpengaruh pada tingkah laku misalnya jika kita di cubit/di pukul oleh orang lain tanpa sebab dan terasa sakit maka kita akan membalasnya dan menghindar darinya.
Alat penginderaannya yaitu kulit, dengan alat perabaan inilah kita bisa merasakan permukaan benda yang halus atau yang kasar, basah mauun kering. Dengan perabaan ini pula kita dapat merasakan rasa sakit apabila tersentuh benda tajam atau kasar. Contoh dari perabaan ini yaitu lembutnya pada saat menyentuh selimut dan kasarnya pada saat berjalan di bebatuan dan sebagainya.
Untuk merasakan rabaan, tekanan, panas, dingin dan nyeri, indra yang digunakan adalah kulit. Saraf yang menuju kulit adalah saraf kutaneus. Saraf ini mencapai daerah bagian epidermis dari kulit.
Saraf sensoris yang berada pada kulit merupakan saraf telanjang, artinya saraf yang tidak bermielin. Reseptor pada kulit bentuknya bermacam-macam sesuai dengan fungsinya.
       Saraf sensoris banyak terdapat pada kulit sehingga kulit tersebut juga sebagai reseptor (penerima rangsang). Dalam kulit terdapat ujung-ujung saraf untuk menerima rangsangan.
Ujung-ujung saraf tersebut memiliki fungsi masing-masing.




indera peraba pada manusia





Ujung-ujung saraf tersebut sebagai berikut:
·         Ujung saraf Ruffini, untuk merasakan nyeri;
·         Ujung saraf Merkel, untuk merasakan panas;
·         Ujung saraf Pacini, untuk merasakan tekanan;
·         Ujung saraf Meissner, untuk mersakan rabaaan;
·         Ujung saraf Krausse, untuk merasakan dingin.

Reseptor peraba terdapat pada kulit jari, bibir, dan relatif jarang pada kulit tubuh. Nyeri otot yang terjadi sewaktu berkontraksi disebabkan berkurangnya atau berhentinya aliran darah ke otot tersebut. Rangsangan yang diterima oleh reseptor akan menuju langsung ke gaanglion korteks serebrum, masuk medula spinalis, kemudian akan diteruskan ke medula oblongata.
Kulit dapat mengalami gangguan atau penyakit faktor luar maupun dalam. Berikut adalah beberapa ganggua atau penyakit pada kulit.


Luka Bakar
Luka bakar pada kulit dapat disebabkan oleh panas, listrik, dan zat-zat kimia. Jika kulit terkena panas, listrik dan zat kimia yang berlebihan. dapat menyebabkan kematian sel-sel dan rusaknya protein pada jaringan. Luka bakar dapat terjadi pada kulit, selaput lendir, saluran pernapasan, dan saluran pencernaan. Luka bakar dapat menimbulkan gejala seperti sakit, bengkak, merah dan melepuh.


Jerawat
Jerawat adalah peradangan kelenjar sebasea. peradangan ini banyak terjadi di daerah wajah, leher, dada, dan ounggung. Jerawat biasanya terjadi pada saat pubertas karena pada saat tersebut produksi hormon reproduksi meningkat.

Dermatitis
Dermatitis adalah peradangan pada permukaan kulit, ditandai dengan gatal-gatal merah, bengkak, melepuh, dan berair. Bisanya disebabkan oleh zat kimia, obat-obatan dan getah tumbuh-tumbuhan.



Selasa, 17 Juni 2014

Perkembangan kognitif pada masa kanak-kanak

Pendekatan pigetian: anak preoprasional Jean piaget menamakanmasa kanak-kanak awal, dari sekitar usia 2 tahunsampai 7 tahun, sebagai tahap preoprasional. Karena ank-anak belum sampai untuk terlibat dalam operasi atau manipulasi mental yang mengisyaratkan pemikiran logis. Karakteristik perkembangan dalam tahap utama perkembangan kognitif adalah perluasan penggunaan pemikiran simbolis, atau kemampuan repersentasional, yang pertama kali muncul pada akhir pada tahap sensorimotor. Keunggulan pemikiran preoprasional Kemajuan dala pemikiran simbolis diikuti oleh pertumbuhan pemahaman akan ruang, kausalitas, identitas, kategori, dan angka. Fungsi simbolis Ialah istilah piaget untuk kemampuan untuk menggunakan repersentasi mental (kata,angka, atau gambar) sebagai tempat anak-anak melekatkan makna. Absennya isyarat motoris atau sensoris menandakan fungsi simbolis. Penggunaan simbol merupakan tanda universal budaya manusia. Tanpa simbol, orang-orang tidak dapat berkomunikasi secara verbal, membuat perubahan, membaca peta atau menyimpan foto. Memiliki simbol untuk sesuatu dapat membantu anak-anak mangingat diri mereka sendiri tanpa kehadiran wujud fisik. Anak-anak prasekolah menunjukkan fungsi simbolis melalui imitasi tertunda, bermain sandiwara, dan bahasa. Imitasi tertunda didasarkan kepada kemampuan untuk menyimpan repersentasi mental tindakan yang diamati. Dalam bermain sandiwara, anak-anak menjadikan sebuah objek, seperti boneka, sebagai repersentasi atau simbolisasi benda lain. Bahasa menggunakan sistem simbol untuk berkomunikasi. Perkembangan simbolois dan pemikiran spasial Pertumbuhan pemikiran repersentasional memungkinkan anak untuk membuat penilain yang lebih akurat tentang hubungan spasial. Pada usia 19 bulan seorang anak dapat memahami bahwa sebuah gambar merupakan repersentase sesuatu yang lain, akan tetapi sampai usia 3 tahun atau setelahnya, sebagian besar anak-anak tidak dapat menyerap secara utuh hubungan antara gambar, peta, atau model skala atau objek atau ruang yang dipresentasikan. Kausalitas Walaupun piaget menyadari bahwa baduta memiliki semacam pemahaman terhadap koneksi antara aksi dan reaksi, dia percaya bahwa bahkan anak usia prasekolah belum dapat berpikir secara logis tentang sebab dan akibat. Menurutnya mereka berpikir dengan transduction. Transduction adalah istilah piaget yang ditujukan kapada kecenderungan properasional anak untuk menghubungkan secara mental fenomena tertentu, terlepas dari apakah terdapat hubungan kausalitas yang logis. Angka Pada masa kanak-kanak awal, anak-anak mulai mengenali lima prinsip perhitungan. 1. The 1 to 1 principle: hanya menyatakan satu angka untuk tiap item yang dihitung. 2. The stable order principle: menyebutkan nama-nama angka dalam serangkain susunan. 3. The order irrelevance principle: mulai menghitung item apa saja dengan total hitungan yang akan sama 4. The cardinal principle: nama angka terakhir yang digunakan akan menjadi total jumlah item yang dihitung. 5. The absraction principle: berbagai prinsip diatas digunakan terhadap semua objek. Apakah anak kecil memiliki teori dalam pikirannya? Teori pikiran (theoritis of mind) kesadaran dan pemahaman akan proses mental. Piaget pernah melontarkan pertanyaan seperti, “ dari mana datangnya mimpi?” dan “apa yang sedang kamu pikirkan?” kepada anak-anak. Berdasarkan jawaban atas pertanyaan itu, ia menyimpulkan bahwa anak-anak yang berusia dibawah 6 tahun tidak dapat membedakan antar pikiran atau mimpi, dan etitas fisik nyata dan tidak memiliki teori tentang pikiran. Akan tetapi, penelitian lebih baru mengindikasikan bahwa antara usia 2 sampai 5 tahun, pengetahuan anak akan proses mental-dirinya sendiri atau orang lain-meningkat sangat dramatis.

Perkembangan fisik pada masa kanak-kanak

Perkembangan fisik Berbagai aspek perkembangan fisik Pada masa kanak-kanak awal, anak-anak menjadi lebih kurus dan lebih panjang. Mereka membutuhkan waktu tidur yang lebih sedikit dibandingkan sebelumnya dan cenderung mempunyai masalah tidur. Mereka mengalami peningkatan dalam berlari, melompat, meloncat dan melempar bola. Mereka juga bertambah piawai dalam mengikat tali sepatu, menggambar dengan krayon, dan menuangkan sereal. Perkembangan dan perubahan tubuh Pada usia 3-6 tahun, seorang anak tumbuh dengan cepat, namun tidak secepat masa seelumnya. Pada sekitar 3 tahun, seorang anak mulai kehilangan bentuk kebayiannya dan mulai mengambil bentuk masa kanak-kanak yang ramping dan atletis. Seiring dengan mengerasnya otot perut, kegendutan khas bayi mulai manghilang. Tubuh, tangan dan kaki tumbuh semakin panjang. Kepala masih relatif besar, akan tetapi bagian tubuh lainnya terus berusaha menyusl seiring dengan miripnya bagian anggota tubuh dengan tubuh orang dewasa. Nutrisi dan kesehatan oral Anak-anak prasekolah makan lebih sedikit dibandingkan proporsi ukurn tubuh mereka dibandingkan dengan bayi; seiring dengan melambatnya pertumbuhan, mereka butuh lebih sedikit kalori pada setiap pon berat tubuh mereka. Anak-anak beragam dalam kemampuan mereka mengenali isyarat internal mereka akan rasa kenyang dan lapar, dan kebiasaan makan orang tuanya juga memiliki pengaruh. Seiring dengan bergeraknya anak melewati masalah masa prasekolah, pola makan mereka makin dipengaruhi oleh lingkungan, seperti orang dewasa. Ketika anak berusia 3 tahun hanya akan makan sampai mereka kenyang, anak usia 5 tahun cenderung makan lebih banyak ketika porsi yang lebih banyakdiletakkan di depan mereka. Karena itu, kunci untuk mencegah kelebihan berat badan adalah memastikan anak-anak prasekolah mendapatkan porsi yang sesuai dan jangan menegur mereka unuk menghabiskan apa yang diberikan. Untuk menghindari kelebihan berat badan, seorang anak seharusnya hanya mendapatkan 30%total kalori dari lemak, dan kurang dari 10% dari lemak jenuh. Kegemukan Kegemukan adalah kelebihan berat badan ekstim jika dikaitkan dengan usia, jenis kelamin, tinggi, dan tipe badan. Anak-anak yang memilikai kelebihan berat badan, terutama mereka yang memiliki orang tua yang juga kegemukan,cenderung menjadi orang dewasa yang kegemukan. Sebagian dari kecenderungan untuk menjadi gemuk bersifat genetis, tetapi hal tersebut juga tergantung kepada konsumsi lemak dan latihan. Masa kanak-kanak awal sampai kanak-kanak pertengahan merupakan waktu yang bagus untuk menangani kegemukan, karena pada periode tersebut makana sang anak masih dipengaruhi dan dikontrol oleh orang tua. Pola dan masalah tidur Pola tidur terus berubah sepanjang masa pertumbuhan. Anak kecil biasanya tidur lebih nyenyak dimalam hari ketimbang masa lain dalam hidupnya. Anak-anak dalam berbagai kultur yang berbeda mungkin akan mendapatkan jatah jam tidur setiap harinya, hanya jumlahnya berbeda-beda. Gangguan dan kelinan tidur. Berjalan dan berbicara saat tidur merupakan hal yang biasa terjadi pada masa kanak-kanak awal. Walaupun berjalan diwaktu tidur tidak membahayakan, akan tetapi sang pejalan dapat saja membahayakan atau menyakiti dirinya sendiri. Gangguan lainnya seperti mimpi tidur dan teror pada waktu tidur disebabkan oleh aktivitas aksidental sistem kontrol motor otak. Mimpi buruk adalah mimpi yang menakutkan, seringkali muncul akibat tidur terlalu malam, makan makanan berat sesaat sebelum tidur, atau terlalu gembira. Mimpi buruk biasanya terjadi sebelum pagi dan sering kali dapat diingat dengan jelas.kondisi ini umunya terjadi pada anak perempuan. Sleep terror adalah gangguan tidur kelompok parasomnia, yang terdiri dari beberapa episode berulang nokturna. Anak-anak yang mengalami sleep terror akan bangun dengan tiba-tiba dalam kondisi panik. Sang anak mungkin saja berteriak dan duduk diranjang, tersenggal-senggal dan melotot. Keterampilan motor Keterampilan motor itu ada 2 yaitu: keterampilan motorik kasar dan keterampilan motorik halus. Keterampilan motorik kasar adalah keterampilan fisik yang melibatkan pengguat otot yang besar. Keterampilan motorik kasar itu seperti berlari, melompat. Anak-anak bervariasi dalam kemampuan beradaptasi, tergantung dukungan genetik dan peluang mereka untuk belajar dan mempraktekkan keterampilan motoris. Keterampilan motorik halus adalah keterampilan fisik yang melibatkan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Motorik halus itu seperti menggambar,mengancingkan baju. Dengan mendapatkan keterampilan ini akan memungkinkan seorang anak kecil untuk mengambil tanggung jawab ng lebih besar terhadap perawatan dirinya sendiri. Seiring dengan pengembangan kedua keterampila tersebut, anak usia prasekolah terus menggabungkan berbagai kemampuan yang telah mereka miliki dengan yang baru mereka dapatkan, untuk menghasilkan kemampuan yang lebih kompleks. Kombinasi keterampilan seperti ini dikenal dengan sistem tindakan. Sistem tindakan adalah kombinasi keterampilan dengan kompleksitas yang semakin meningkat, yang memungkinkan cakupan gerakan yang lebih luas dan lebih tepat serta kontrol terhadap lingkungan yang lebih besar. Perkembangan artistik Perubahan dalam gambar yang dilukis anak tampaknya merefleksikan kematangan otak sekaligus otot. Anak yang berusia 2 tahun melukis cakar ayam(scribble) artinya tidak secara acak tetapi dalam pola seperti garis vertikal atau zigzag. Pada usia 3 tahun, anak-anak melukis bentuk(shape) artinya lingkaran, segi empat, bundaran, segi tiga, palng dan bentuk X. Pada usia antara 4 sampai 5 tahun terjadi tahap pictorial. Handedness Handedness, kecenderungan tangan yang digunakan, biasanya tampak pada usia 3 tahun.karena hemisphere kiri otak-yang mengontrol sisi kana badan, biasanya yang dominan, maka sebagian besar orang-orang memilih tangan kana mereka. Handedness tidak selalu jelas; tidak semua orang memilih satu sisi tangannya untuk melakukan semua hal.

Motivasi, Pengajaran, dan Pembelajaran

Apa motivasi itu? Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama. Perspektif tentang motivasi 1. Perspektif behavioral. Perspektif behavioral menekankan imbalan dan hukuman eksternalsebagai kunci dalam menentukan motivasi murid. Insentif adalah peristiwa atau stimuli positif atau negativf yang dapat memotivasi perilaku murid. 2. Perspektif humanistis. Perspektif humanistis menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan unuk memilih nasib mereka dan kualitas positif. Perspektif ini berkaitan erat dengan pandangan Abraham Maslow bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskan dahulu sebelum memuaskan kebutuhan yang lebih tinggi. 3. Perspektif kognitif. Menurut perspektif kognitif, pemikiran murid akan memandu motivasi mereka. Perspektif kognitif juga menekankan arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan, dan monitiring kemajuan menuju suatu tujuan. Perspektif behavioris memandang motivasi murid sebagai konsekuensi dari insentif eksternal, sedangkan perspektif kognitif berpendapat bahwa tekanan eksternal seharusnya tidak dilebih-lebihkan. Perspektif kognitif merekomendasikan agar murid diberi lebih banyak kesempatan dan tanggung jawabuntuk mengontrol prestasi mereka sendiri. Perspektif kognitif tentang motivasi sesuai dengan gagasan R.W.White, yang mengusulkan konsep motivasi kompetensi, yakni ide bahwa orang termotivasi untuk menghadapi lingkungan mereka secara efektif, menguasai dunia mereka, dan memproses informasi secara efisien. 4. Perspektif sosial. Kebutuhan afiliasi atau keterhubungan adalah motif untuk berhubungan dengan orang lain secara aman. Ini membutuhkan pembentukan, pemeliharaan dan pemulihan hubungan personal yang hangat dan akrab. Kebutuhan afiliasi murid tercermin dalam motivasi mereka unuk menghabiskan waktu bersama teman, kawan dekat, keterikatan meraka dengan orang tua, dan keinginan untuk menjalin hubungan positif dengan guru. Motivasi untuk meraih sesuatu Motivasi ekstrinsik dan intrinsik Motivasi ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain. Motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan dan hukuman. Misalnya, murid mungkin belajar keras menghadapi ujian untuk mendapatkan nilai yang baik. Perspektif behavioral menekankan arti penting dari motivasi ekstrinsik dalam prestasi ini, sedangkan perspektif kognitif dan humanistis lebih menekankan pada arti penting dari motivasi intrinsik dalam prestasi. Motivasi intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri. Misalnya, murid mungkin belajar menghadapi ujian karena dia senbag pada pelajaran yang diujikan itu. Motivasiintrinsik ada dua jenis,yaitu: 1. motivasi intrinsik dari determinasi diri dan pilihan personal dan 2. Motivasi intrinsik dari pengalaman optimal. Proses kognitif lainnya Atribusi Teori atribusi menyatakan bawa dalam usaha mereka memahami perilaku atau kinerjanya sendiri, orang-orang yang termotivasi untuk menemukan sebab-sebab yang mendasarinya. Atribusi adalah sebab-sebab yang menimbulkan hasil. Motivasi untuk menguasai Yang berhubungan erat dengan ide tentang motivasi intrinsik dan atribusi adalah konsep motivasi penguasaan. Para periset menyebutkan penguasaan ini sebagai salah satu dari tiga tipe orientasi prestasi: penguasaan, tak berdaya, dan kinerja. Carol Dweek dan rekannya telah menemukan bahwa anak menunjukkan dua respon berbeda terhadap tantangan atau situasi yang sulit: orientasi untuk menguasai atau orientasi tak berdaya. Self efficacy Pendekatan behavioral dan kognitif sosial memperkenalkan konsep self efficacy menurut bandura yakni keyakinan bahwa seseorang dapat menguasai situasi dan memproduksi hasil positif. Bandura percaya bahwa self efficacy adalah faktor penting yang mempengaruhi prestasi murid. Penentuah tujuan, perencanaan , dan monitoring Para periset telah menemukan bahwa self efficacy dan prestasi akan meningkat jika murid menentukan tujuan jangka pendek yang spesifik dan menantang. Murid dapat memnentukan jangka panjang maupun jangka pendek. Tidak masalah jika murid menentukan tujuan jangka panjang. tetapi pastikan juga mereka membuat jangka pendek. Strategi lainnya yang baik adalah mendorong murid untuk menentukan tujuan yang menantang.tujuan yang menantang adalah komitmen untuk meningkatkan diri. Minat dan keterlibatan dalam aktivitas biasanya dipicu oleh satu tantangan. Tujuan yang mudah diraih biasanya tidak begitu menarik dan tidak begirtu banyak membutuhkan usaha. Akan tetapi, tujuan seharusnya disesuaikan dengan level kemampuan murid yang optimal. Jika tujuan itu tidak realistis, hasilnya adalah kegagahan yang menurunkan rasa percaya diri murid.

Kamis, 12 Juni 2014

Pengalaman berdasarkan pedagogi

Pengalaman saat SD Disini pembelajarannya masih berdasarkan guru. Murid hanya berperan pasif. Guru masih memiliki peran besar disini, dimana semua proses pembelajaran masih guru yang menentukan. Jadi murid hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh sang guru tersebut. Dan disini guru hanya menerangkan pelejaran yang dipelajari hari itu. Sedangkan murid mendengarkan, dan menyimak pembelajaran yang diberi oleh guru. Sehingga murid jadi tidak aktif saat dikelas. Kerena guru yang menjadi pedoman sang murid. Disekolah kami masuk jam 7 tepat dan keluar jam 1 siang. Dan saat senin tiba, kami harus mengawali hari dengan mengikuti upacara bendera. Kebetulan sekolah saya berhadapan dengan sekolah SD lain. Jadi saat upacara kami bergantian menjadi pembawa upacara. Disini peran pembawa upacar juga masih guru yang menentukan bukan sang murid. Jadi apabila ada murid lain yang ingin menjadi pembawa upacara namun tidak dipilih, itu menjadi tanggung jawab sang guru. Dan ini lah hari yang membosankan bagi murid. Karena harus mengikuti upacara yang lama. Berdiri tegak, dan tidak boleh berisik. Sebenarnya itu memeng harus dilakukan sebab itu akan menimbulkan rasa patriotisme bagi murid. Tetapi tetap saja bagi anak SD berdirik tegak selama hampir 1 jam dan tidak bolrh bergerak itu merupakan hal yang sulit. Jangankan anak SD yang masih suka-sukanya bermain. Bahkan orang dewasa sekali pun masuh ada yang mengikuti upacara bendera dengan tidak sungguh-sungguh. Waktu saya kelas 2 SD setiap pagi kami mendapat tugas dari wali kelas untuk menghapal perkalian dari 1 sampai 10 setiap hari. Dan apabila kami tidak bisa menghapalnya, maka kami akan mendapatkan hukuman dari wali kelas berupa berdiri ditempat duduk sampai semua murid dikelas itu siap menghapal perkalian. Menurut saya itu tidak adil karena jika murid yang duduk didepan itu tidak hapal perkalian maka dia akan berdiri sampai seluruh temannya selesai, tetapi tidak dengan murid yang duduk paling belakang yang meskipin di suruh berdiri tetapi mereka akan duduk karena batas hukumannya sampai seluruh murid menghapalnya. Pernah juga saat saya kelas 3 SD, pertama saya melihat wali kelas saya, saya merasa takut. Mungkin karena wajah dan cerita dari kakak jkelas yang lain juga. Tetapi saat beliau menjelaskan, memang apa yang dikatakan oleh kakak kelas saya itu ada benarnya juga. Namun tidak sepenuhnya benar karena itu memang cara beliau mengajar. Tapi saya suka melihat cara beliau menjekaskan. Detail dan gampang unuk dipahami. meskipun ada beberapa hal juga yang masih saya tidak suka. Sebab saya merasa ibu itu kurang adil terhadap semua muridnya. Dan dia lebih perhatian kepada keponakannya yang merupakan teman sekelas saya. Dan ada juga guru saya yang memiliki cara berbeda mengajarnya dari guru yang lain. Guru yang satu ini selalu menyuruh kami untuk belajar sendiri dan memahami pelajaran sendiri. Sedang dia entah kemana? Bukan hanya itu saja ibu ini lebih sering menyuruh kami untuk membuat resume. Dan itu selalu terjadi kalau ibu itu masuk. Ini lah yang selalu membuat murid ribut dikelas sebab ibu itu menyuruh dan langsung meninggalkan kelas tanpa kembali lagi. Dan selalu mengatakan “ buat dulu inti sarinya yah besok kita periksa dan ibu masukkan kedalam nilai, ibu mau keluar dulu, jangan ribut kalian yah” itu adalah senjata andalan buat ibu itu. Itu juga yang selalu membuat murid merasa senang. Dan kesempatan unutuk bermain. Pernah juga saat saya kelas 6 SD ibu ini seharusnya berdasarkan jadwal ia memberi pelajaran tambahan buat kami. Karena kami akan mengikuti ujian akhir. Seharusnya kami masuk jam 2 tepat, tapi sudah lewat jam 2 ibu itu tidak juga masuk. Dan kami tetap menunggunya sebab kami berpikir mungkin ibu itu ada urusan sebentar dan akan datang. Tapi sudah lewat jam 3 ibu itu tudak juga datng, lalu kami manghampirinya kerumahnya. Dan ternyata dugaan kami semua salah. Ibu itu sedang asyik berbincang dengan tetangganya. Dan saat kami datang ibu itu terlihat kaget dan mengatakan ada apa kalian datang? Jelas itu semua membuat kami marah karena ibu itu lupa sama tnggung jawabnya sedangkan kaami sudah lama menunggunya. Dan karena malu jadi akhirnya kami masuk juga.

Minggu, 20 April 2014

Tugas Observasi Psikologi Pendidikan





Kelompok 16
Nama : Elfira Deviyanti Nasution (13-041) Bronfenbrenner


EVALUASI
a.       Evaluasi terhadap kinarja kelompok

Sekolah yang kami observasi beralamat di Jalan Willem Iskandar No. 7A Pancing, MAN 2 Model Medan. Kami melakukan observasi pada hari senin tanggal 7 april 2014. Sebelumnya kami sudah tiga kali ke lokasi yaitu pertama untuk meminta persetujuan sekolah pada tanggal 29 maret 2014, yang kedua untuk mengantarkan surat izin yang kemudian di proses oleh sekolah pada tanggal 3 april 2014. Setelah sekolah setuju dengan akan dilaksanakannya observasi dan mengizinkan kami untuk datang di tanggal 5,6,atau pun 7 april 2014. Kali ketiga kami kesekolah, di tanggal 5 april 2014 sebenarnya adalah untuk observasi, tetapi karena beberapa kendala seperti penyesuaian jadwal antar masing-masing anggota, dan kendala turunnya hujan deras sementara sekolah yang kami tuju kira-kira 1 jam perjalanan dan ditempuh naik angkot sampai akhirnya kami tiba di sekolah 30 menit sebelum proses belajar mengajar berakhir. Hal ini merupakan kelalaian kelompok yang seharusnya waktu dan kendala dapat diperkirakan terlebih dahulu. Oleh karena keterlambatan itu, kami memutuskan untuk melakukan observasi di tanggal 7 april 2014. Kami tiba di MAN 2 Model  pukul 08.30 WIB dan masuk kelas untuk observasi di pelajaran kedua pukul 09.00 WIB – 11.30 WIB.

Kelompok terdiri dari 5 orang, observasi di kelas kami lakukan bersama-sama dimana masing-masing orang bertanggung jawab atas ketiga poin yang akan di observasi. Satu orang menanggungjawabi dinamika pembelajaran antara siswa dan guru; cara berbicara, sorot tatap mata, dan body language. Satu orang menanggungjawabi  setting ruangan kelas (tata letak ruangan dan alat-alat belajar serta perabot, barang-barang yang ada di ruangan kelas). Satu orang menaggungjawabi bagian setting lokasi sekolah secara menyeluruh (jumlah kelas, terdapat halaman, rumah ibadah, laboratorium, dsb. Satu orang bagian dokumentasi dan satu lagi bagian koordinasi dengan pihak sekolah. Semua anggota kelompok saling membantu dalam menyelesaikan tugasnya. Setelah selesai observasi, masing-masing anggota kelompok membuat laporannya sesuai dengan pembagian tersebut diatas.


Metode riset deskriptif yaitu observasi yang di lakukan adalah observasi alamiah dimana perilaku diamati di dunia rill, observasi terhadap perilaku dalam situasi alami. Dalam teknik ini, peneliti tidak boleh mempengaruhi orang yang diteliti, sehingga peneliti berupaya agar orang-orang yang diamatinya tidak memperhatikan keberadaan peneliti. Upaya untuk melakukan observasi alamiah sesuai pengertiannya sudah dilakukan oleh kelompok yaitu hanya memberi tahu tujuan dan yang akan kami observasi kepada pihak sekolah dan guru yang mengajar di kelas yang di observasi. Namun ketika kami masuk kelas, guru yang mengajar ternyata memberitahu kepada murid maksud kedatangan kami sehingga ada kesan packing dalam proses pembelajaran baik itu oleh guru maupun siswa. Ditambah lagi dengan kondisi dalam kelas yang memudahkan murid-murid untuk menaruh perhatiannya pada kami. Kami melakukan observasi dari belakang kelas agar tidak mengganggu perhatian murid pada pelajaran, tetapi model tempat duduk siswa yang merapat sampai kedinding belakang sehingga kami harus duduk berdekatan dengan murid-murid bagian belakang menjadi salah satu penyebab terbaginya perhatian murid dalam kelas.

b.      Evaluasi hasil observasi

·         Mulai dari berbicara gesture dilihat dari sorot mata yang tajam dan mendalam kepada para murid guna membantu para murid dapat belajar secara optimal. Dari interaksi dinamika yang di dalam kelas. Terlihat bersifat aktif dinamika di dalam kelas walaupun kurang kondusif namun para siswa sangat antusias menjawab pelajaran dari guru. Evaluasi dari segi kedekatan antara guru dengan murid bersifat jarak yang personal untuk membantu siswa mempelajari pelajaran. Metode yang digunakan dengan SCL(Student Centre Learning) terlihat dengan guru hanya memberikan sedikit dan sisanya murid yang berperan aktif di dalam proses belajarnya.

·         Manajemen kelas yang efektif tentu sangat dibutuhkan untuk memaksimalkan kesempatan pembelajaran siswa (Charles,2002;Everston,Emmer,&Worsham,2003). Suasana kelas dan fasilitas yang mendukung tentu akan menunjang proses belajar mengajar. Didalam kelas XI-IPS 1 ini terdiri dari 40 orang yang terbagi menjadi 16 orang siswi dan 24 orang siswa. Gaya penataan meja siswa memakai model auditorium, dimana semua siswa duduk menghadap guru. Meja siswa berpasangan yang terdiri dari 4 baris kesamping dan5 baris kebelakang. Gaya penataan meja siswa ini sudah baik, dari setiap sisi tempat duduk siswa, siswa dapat melihat kearah guru dan papan tulis  yang berada dibagian tengah depan kelas dengan jelas.


·         Berdasarkan teori perkembangan Piaget dimana anak SMA yang berusia kira-kira 14-17 tahun berada pada tahap operasional formal (tahap perkembangan Piaget). Yaitu, siswa sudah mulai memikirkan hal-hal yang abstrak, idealis, dan logis. Remaja mulai memikirkan kualitas ideal yang mereka inginkan dalam diri mereka. Dalam tahap kognitif ini juga berkembang sikap egosentris pada siswa. Selalu ingin diperhatikan, menjadi pusat perhatian dan merasa unik serta berbeda dengan orang lain. Hal ini terlihat saat di dalam kelas beberapa siswa dengan sengaja berjalan-jalan dan membuat sedikit kericuhan agar dilihat oleh temannya, guru, maupun kami yang sedang melakukan observasi di belakang.

·         Berdasarkan teori perkembangan rentang hidup Erikson siswa SMA berada di tahap Identitas vs kebingungan identitas, masa remaja (10-20 tahun). Remaja berusaha mencari tahu jati dirinya, dan kemana mereka akan menuju. Ramaja perlu diberi kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai cara untuk memahami identitas dirinya. Apabila remaja tidak cukup mengeksplorasi dirinya maka identitas dirinya tidak akan bisa ia temukan. Hal inilah yang mempengaruhi konsistensi dan antusiasme siswa dalam belajar. Terlihat ada keinginan untuk menemukan jati diri pada setiap siswa yang membuat mereka terus menonjolkan kemampuan dan keunikan dirinya. Kelas yang kami observasi adalah kelas IPS, pilihan siswa untuk masuk ke kelas IPS ini juga menjadi salah satu bukti bahwa mereka memiliki orientasi terhadap masa depan mereka, untuk menemukan jati diri mereka.


·         Fungsi kognitif berasal dari situasi sosial (Vygotsy). Tugas yang sulit dikuasai anak sendirian akan lebih mudah dipelajari dengan bantuan orang yang lebih dewasa (guru) atau anak lain yang lebih mampu atau Zone Proximal Development. Setelah  siswa mendapat instruksi verbal atau demokrasi kemudian mereka menata informasi dalam struktur mental mereka dengan bantuan orang yang lebih mampu. Sehingga siswa akhirnya bisa melakukan suatu tugas itu tanpa bantuan orang lain. Pada saat siswa praktek mengerjakan apa yang sudah diinstruksikan oleh guru, guru berkeliling untuk melihat bagaimana siswa mengerjakan tugas tersebut dan membantu siswa yang kesulitan. Berkali-kali guru bertanya, sudah paham? Masih ada yang mau bertanya? Dengan tujuan guru mengetahui siswa mana yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugasnya untuk kemudian di bantu oleh guru. Di barisan siswa juga terlihat mereka saling bertanya satu sama lain. Siswa yang dianggap telah meguasai materi tersebut kemudian menjelaskan kepada teman lain yang butuh bantuan menyelesaikan tugas tersebut.

·         Di dalam kelas terlihat praktek pembelajaran asosiatif ini. Pertama-tama saat akan menerangkan pelajaran di papan tulis, guru memberikan stimulus berupa kata-kata “perhatikan!” dan siswa pun mulai mendengarkan guru. Kemudian kondisi kedua guru mengatakan “perhatikan” sambil berjalan mengambil spidol dan siswa-siswi pun memperhatikan guru. Kejadian ini beberapa kali berulang, hingga akhirnya ketika guru mulai berjalan dan mengambil spidol, tanpa mengucapkan kata “perhatikan”, siswa sudah mengerti bahwa guru akan menerangkan sesuatu dan mulai memperhatikannya.  (classical conditioning). Merupakan bentuk pembelajaran asosiatif di mana stimulus netral diasosiasikan dengan stimulus yang bermakna dan memunculkan kemampuan untuk mengeluarkan respons yang serupa.


·         Ketika guru menginstruksikan untuk mempraktekkan yang sudah di terangkan, ada siswa yang kemudian mengerjakan dengan antusias dan menyelesaikannya. Guru pun memuji tugasnya dan siswa itu semakin semangat mengerjakan tugas berikutnya. Sebaliknya ketika ada siswa yang bermalas-malasan, guru menegurnya, dan siswa itu pun mulai mengerjakan tugasnya. (operant conditioning). Merupakan bentuk pembelajaran di mana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan pada kemungkinan perilaku yang akan diperkuat atau tidak.

·         Teori Kognitif Sosial (social cognitive theory) menyatakan bahwa faktor sosial dan kognitif, dan juga faktor perilaku, memainkan peran penting dalam pembelajaran. Proses pembelajaran yang berkontribusi pada teori kognitif sosial ini merupakan pembelajaran observasional. Pembelajaran Observasional disebut juga imitasi atau modelling, adalah pembelajaran yang dilakukan ketika seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain. Ketika seorang siswa rajin dan pintar mendapat sanjungan dari guru, siswa lain pun menjadikannya sebagai model yang kemudian di contoh perilakunya agar bisa menjadi seperti siswa pintar tersebut dan mendapat sanjungan dari guru. Guru juga menjadi model bagi siswa, ketika guru menerangkan pelajaran, menjelaskan bagaimana cara membuat tabel dan cara mengerjakan tugas dalam pelajaran ekonomi, siswa memperhatikan guru dengan baik. Siswa mengobservasi apa yang di lakukan guru terhadap pelajaran tersebut dan kemudian menerapkannya ketika mengerjakan tugas itu sendiri.